Kesalahan perspektif terhadap konsep di dalam Islam telah sampai pada
pembahasan perempuan, yang oleh sebagian kalangan masih dianggap tabu.
Walaupun pembahasan gender dalam Islam telah muncul sejak kelahirannya,
namun ketika terjadi benturan dengan tuntutan sosial, politik, dan
budaya misalnya, diskursus ini ramai dibicarakan kembali. Banyak hal
yang harus diluruskan dalam persepsi masyarakat tentang perempuan
terutama anggapan bahwa kaum laki-laki lebih utama daripada kaum
perempuan. Banyak kalangan berbicara tentang ketimpangan sosial
berdasarkan jenis kelamin. Islam tidak sejalan dengan paham patriarki
yang tidak memberikan peluang bagi perempuan untuk berkarya lebih besar
di dalam atau di luar rumah. Al-Qur’an tidak mengenalkan konsep dosa
warisan dari ibu-bapak umat manusia (Hawa dan Adam) dalam skandal buah
terlarang, melainkan itu tanggung jawab bersama keduanya. Perbedaan
anatomi fisik dan biologis antara laki–laki dan perempuan tidaklah
mengharuskan adanya perbedaan status dan kedudukan. Dalam persoalan
tuntutan kesetaraan gender inilah tulisan ini akan membahasnya. Selengkapnya klik...http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1896
Tampilkan postingan dengan label gerakan gender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gerakan gender. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Agustus 2016
Minggu, 17 Agustus 2014
GERAKAN PEREMPUAN; ANTARA KEPENTINGAN PEREMPUAN DAN POLITIK GENDER
Dalam konteks pembangunan, isu-isu perempuan telah banyak
diperbincangkan seperti diskriminasi upah buruh, penganiayaan para TKW,
pemerkosaan dan berbagai tindak kriminal terhadap perempuan banyak
terjadi di sekeliling kita. Dalam situasi semacam itu berkembang
berbagai gagasan tentang kemajuan perempuan. Pada perkembangan mutakhir
gagalnya quota yang menghendaki diakomodirnya kepentingan perempuan
dalam bernegara yang diwujudkan dalam representasi perempuan (30 %) di
pemerintahan menjadi perkembangan yang menarik untuk dianalisis. Dalam
rangka itulah tulisan ini dimunculkan. Tulisan ini akan diklasifikasi
dalam empat sub bahasan yaitu: pertama, perempuan dan akar
kultural ketimpangan gender, bahasan ini dimaksud untuk memasuki wilayah
bahasan inti agar ditemukan kejelasan sejarah terjadinya ketimpangan
gender. Kedua, konstelasi gerakan perempuan di Indonesia, dimaksud untuk melakukan pemblegetan terhadap gerakan perempuan di Indonesia sehingga dapat ditemukan titik masalah kegagalan perjuangan quota. Ketiga, Antara kepentingan perempuan dan politik gender. Keempat, quota, kegagalan dan permasalahannya.Selengkapnya... http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1915












