Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter
yang lebih kompleks, tidak efesien, dan kurang cocok digunakan dalam
sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan
yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan
nilai. Efesiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya
akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan
meningkatkan produktifitas dan kemakmuran. Dalam fiqh Islam uang sering
disebut dengan nuqūd atau tsaman. Secara umum, uang
dalam Islam adalah alat tukar atau transaksi dan pengukur nilai barang
dan jasa untuk memperlancar transaksi perekonomian. Di dalam ekonomi
Islam, tidak dikenal adanya money demand for speculation. Sebab,
spekulasi tidak diperbolehkan dan kebalikan dari sistem konvensional
yang memberikan bunga pada harta. Dalam Islam, harta adalah sesuatu
yang dikenai zakat jika disimpan telah mencapai haulnya. Oleh karenanya,
motif money for transaction serta money demand for precautionary dikenal dalam ekonomi Islam. Selengkapnya klik...http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1892
Tampilkan postingan dengan label Makalah ekonomi islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah ekonomi islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 09 Agustus 2016
POLITIK HUKUM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA (ANALISIS KRITIS REGULASI PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH)
Unknown00.48.00Analisi regulasi perbankan, Hukum perbankan, Makalah ekonomi islam, Makalah perbankan Islam, Makalah perbankan Syariah, Sengketa Perbankan
Tidak ada komentar
Senin, 08 Agustus 2016
SISTEM AKTIVITAS EKONOMI (BISNIS) MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM
Ketika seluruh dunia tenggelam dalam arus kebohongan, kehilangan human dignity, jauh
dari sinaran tauhid, dan keadaan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan
agama masyarakat dunia khususunya Arab sangat rapuh dan memprihatinkan,
muncul seorang tokoh besar dalam sejarah sepanjang mass yakni Nabi
Muhammad Saw. Sebab itu terasa penting untuk mengetahui keadaan
masyarakat Arab praIslam itu bagi penelaahan sejarah kelahiran Islam
dan perkembangannya lebih jauh, baik masalah sistem aktivitas ekonomi
dan lainnya. Tanga memahami dan mengetahui situasi dan kondisi
masyarakat Arab pra-Islam, yang lazim disebut "zaman jahiliyah", kita sukar menarik perbandingan antara sebelum dan sesudah bangsa Arab mengenal dan menerima Islam. Selengkapnya... http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1918













