Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

EKSISTENSI PENDIDIK DALAM PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM

Pada hakekatnya, proses pendidikan merupakan proses aktualisasi potensi diri manusia. Sistem proses menumbuhkembangkan potensi diri itu telah ditawarkan secara sempurna dalam sistem ajaran Islam. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan manusia dapat menjalankan tugas yang telah dibebankan Allah. Manusia dicoba didewasakan dan di-insānkāmil-kan melalui pendidikan sebagai elemen yang berpretensi positif dalam pembangunan kehidupan yang berkeadaban. Pendidikan Islam dalam prosesnya harus berlangsung secara konsisten dengan nilai-nilai, karena Islam sebagai agama wahyu mengandung sistem nilai yang menjadi pedoman hidup umat manusia dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan. Dari pemikiran ini, maka pendidikan merupakan tindakan sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi (sumber daya) insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insān kāmil). Oleh karena dasarnya yang demikian, salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek pendidik. Pendidik merupakan spiritual father bagi peserta didik yang menjadi sumber ilmu dan moral untuk membentuk peserta didiknya menjadi orang yang berilmu, berakhlak mulia, dan mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi psikomotor, kognitif maupun afektif.  Potensi tersebut harus dikembangkan secara seimbang sehingga eksistensi pendidik dalam pemberdayaan pendidikan dapat tercapai dan dapat melaksanakan fungsi kekhalifahannya di muka bumi dengan baik.  Selengkapnya klik...http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1893
Share:

IMPLIKASI WACANA GENDER DALAM MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM

Gender merupakan salah satu wacana penting untuk didiskusikan dalam ranah akademik dan wacana sosial. Dalam kancah sosial wacana ini tidak sehangat apa yang didiskusikan dalam ranah akademik. Hal ini terlihat ketika persoalan-persoalan gender tidak begitu mendapat perhatian yang cukup proporsional di kalangan masyarakat. Namun demikian dengan terbukanya akses media, wacana gender kerap mendapat perhatian tidak hanya dikalangan akademisi bahkan juga sampai kepada kalangan non-akademis untuk tidak mengatakan masyarakat kelasa bawah. Dengan gencarnya media me-warta-kan wacana gender tersebut, semua pihak merasa bertanggungjawab menjelaskan persoal-persolan gender tersebut. Tulisan ini mencoba menguraikan beberapa wacana gender yang sebenarnya persoalan klasik tetapi menjadi menghangat ketika media “ikut campur” dalam menangani dengan cara yang tidak proporsional. Persoalan tersebut akan menjadi tumpang tindih ketika tidak dilihat dengan kacamata agama baik secara normatif maupun empiris-historis yang nantinya akan berimplikasi terhadap dunia pendidikan.  Selengkapnya klik...http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1894
Share:

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM DI MALAYSIA

Malaysia sebagaimana Indonesia merupakan Negara yang pendudukanya mayoritas Muslim terbesar di Dunia. Demikian pula dengan kultur, adat istiadat bahkan bahasapun masih serumpun dengan Negara Indoensia. Tetapi melihat perkembangan pendidikan akhir-akhir ini, Malaysia terlihat begitu maju dari segi pendidikan dan keislaman. Hal ini terlihat dengan lahirnya beberapa istilah yang mengemuka dalam dunia peradaban Malaysia, seperti konsep Tamaddun, konsep Islam Khadari dan lain-lainnya. Konsep-konsep tersebut mengitari perkembangan pendidikan di Negara tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah konsep-konsep Islam tersebut, demikian pula dengan konsep pendidikannya sebagai sebuah kontribusi untuk menegok perkembangan pendidikan di Indonesia. Selengkapnya klik... http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1905
Share:

Recent Posts

Labels