Pada hakekatnya, proses pendidikan merupakan proses aktualisasi potensi
diri manusia. Sistem proses menumbuhkembangkan potensi diri itu telah
ditawarkan secara sempurna dalam sistem ajaran Islam. Hal ini yang pada
akhirnya menyebabkan manusia dapat menjalankan tugas yang telah
dibebankan Allah. Manusia dicoba didewasakan dan di-insānkāmil-kan
melalui pendidikan sebagai elemen yang berpretensi positif dalam
pembangunan kehidupan yang berkeadaban. Pendidikan Islam dalam prosesnya
harus berlangsung secara konsisten dengan nilai-nilai, karena Islam
sebagai agama wahyu mengandung sistem nilai yang menjadi pedoman hidup
umat manusia dalam segala bidang termasuk bidang pendidikan. Dari
pemikiran ini, maka pendidikan merupakan tindakan sadar dengan tujuan
memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi (sumber daya) insani
menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insān kāmil). Oleh
karena dasarnya yang demikian, salah satu aspek penting dan mendasar
dalam pendidikan adalah aspek pendidik. Pendidik merupakan spiritual father
bagi peserta didik yang menjadi sumber ilmu dan moral untuk membentuk
peserta didiknya menjadi orang yang berilmu, berakhlak mulia, dan
mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi psikomotor,
kognitif maupun afektif. Potensi tersebut harus dikembangkan secara
seimbang sehingga eksistensi pendidik dalam pemberdayaan pendidikan
dapat tercapai dan dapat melaksanakan fungsi kekhalifahannya di muka
bumi dengan baik. Selengkapnya klik...http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1893
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Islam. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Agustus 2016
IMPLIKASI WACANA GENDER DALAM MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Unknown20.46.00Gender, Makalah gender, makalah pendidikan, Media, Pendidikan Islam
Tidak ada komentar
Gender merupakan salah satu wacana penting untuk didiskusikan dalam
ranah akademik dan wacana sosial. Dalam kancah sosial wacana ini tidak
sehangat apa yang didiskusikan dalam ranah akademik. Hal ini terlihat
ketika persoalan-persoalan gender tidak begitu mendapat perhatian yang
cukup proporsional di kalangan masyarakat. Namun demikian dengan
terbukanya akses media, wacana gender kerap mendapat perhatian tidak
hanya dikalangan akademisi bahkan juga sampai kepada kalangan
non-akademis untuk tidak mengatakan masyarakat kelasa bawah. Dengan
gencarnya media me-warta-kan wacana gender tersebut, semua pihak merasa
bertanggungjawab menjelaskan persoal-persolan gender tersebut. Tulisan
ini mencoba menguraikan beberapa wacana gender yang sebenarnya persoalan
klasik tetapi menjadi menghangat ketika media “ikut campur” dalam
menangani dengan cara yang tidak proporsional. Persoalan tersebut akan
menjadi tumpang tindih ketika tidak dilihat dengan kacamata agama baik
secara normatif maupun empiris-historis yang nantinya akan berimplikasi
terhadap dunia pendidikan. Selengkapnya klik...http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1894
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM DI MALAYSIA
Malaysia sebagaimana Indonesia merupakan Negara yang pendudukanya
mayoritas Muslim terbesar di Dunia. Demikian pula dengan kultur, adat
istiadat bahkan bahasapun masih serumpun dengan Negara Indoensia. Tetapi
melihat perkembangan pendidikan akhir-akhir ini, Malaysia terlihat
begitu maju dari segi pendidikan dan keislaman. Hal ini terlihat dengan
lahirnya beberapa istilah yang mengemuka dalam dunia peradaban Malaysia,
seperti konsep Tamaddun, konsep Islam Khadari dan
lain-lainnya. Konsep-konsep tersebut mengitari perkembangan pendidikan
di Negara tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah konsep-konsep
Islam tersebut, demikian pula dengan konsep pendidikannya sebagai sebuah
kontribusi untuk menegok perkembangan pendidikan di Indonesia. Selengkapnya klik... http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/elhikam/article/view/1905













